Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Musa Dan Hukuman Terhadap Kaum Bani Israil Yang Ingin Melihat Allah

KISAH NABI MUSA DAN HUKUMAN TERHADAP KAUM BANI ISRAIL YANG INGIN MELIHAT ALLAH

Kisah Nabi Musa Dan Kaum Bani Israil Ingin Melihat Allah
Gambar Ilustrasi, Foto: Shutterstock.com

Ketika Nabi Musa pergi untuk menerima wahyu dari Allah. Beliau meminta Nabi Harun untuk memimpin bani Israil. Beliau khawatir saat ditinggal dirinya, bani Israil akan menyimpang dari jalan Allah.

Nabi Musa pun pergi selama beberapa hari. Saat itulah Bani Israil dibujuk oleh Samiri untuk menyembah patung anak sapi. Samiri pada awalnya adalah pengikut Nabi Musa yang ikut bersama beliau saat menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun, akan tetapi pada akhirnya dia tersesat, dan mencoba menyesatkan kaum Bani israil yang lain. Nabi Harun sudah mengingatkannya, namun mereka tidak mematuhinya. Mereka lebih memilih ajakan Samiri menyembah patung anak sapi.

Dalam Surat Thaha Ayat 85, Allah berfirman, artinya :

Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.” (Q.S Thaha : 85)

Ketika pulang, Nabi Musa sangat marah melihat perbuatan Bani Israil. Nabi Musa meninggalkan Bani Israil untuk menerima wahyu Taurat hanya selama beberapa hari, akan tetapi Bani Israil dengan mudah tersesat. Beliau lalu mengusir Samiri, lalu membakar patung anak sapi itu. Beliau meminta bani Israil untuk bertaubat kepada Allah.

Kaum Bani Israilpun berkata, "Kami bertaubat, wahai Musa."

Nabi Musa menjawab, "Bunuhlah diri kalian!"

Maka, atas kehendak Allah, mereka ditimpa kegelapan. Lalu, mereka saling berperang satu sama lain, hingga banyak sekali bani Israil yang terbunuh. Inilah hukuman Allah bagi mereka. Mereka berani menyekutukan Allah, padahal Allah telah menyelamatkan mereka dari kekejaman Firaun.

Allah SWT berfirman :

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu.” (Q.S Al-Baqarah : 54)

Akibat banyaknya Bani Israil yang mati akibat hukuman tersebut, akhirnya Nabi Musa dan Nabi Harun khawatir kalau Bani Israil akan habis binasa, kemudian Nabi Musa berdo’a Allah untuk diberikan ampunan.

Setelah kegelapan itu sirna, orang-orang Israil yang selamat berkata, "Wahai Musa, apakah Allah sudah menerima taubat kami?"

Musa menjawab, "Allah telah menerima taubat kalian. Namun aku akan memilih beberapa orang di antara kalian".

Nabi Musa memilih tujuh puluh orang yang terbaik dari kaumnya untuk memohonkan taubat kepada Allah pada waktu yang ditentukan.

Nabi Musa mengajak mereka ke suatu tempat, lalu berkata, “Tunggulah, aku hendak bermunajat kepada Rabbku."

Mereka menanggapi, "Apakah kami juga mendengar ucapan Rabbmu? Kami harus turut mendengamya".

Musa berkata, "Marilah ikut bersamaku."

Nabi Musa lalu bermunajat kepada Allah. Allah pun berbicara dengannya. Tujuhpuluh orang bani Israil itu bisa mendengar kalam Allah. Hingga mereka bertanya, "Wahai Musa, siapa itu yang berbicara denganmu?

Musa menjawab, "Dialah Rabbku."

Lalu mereka menjawab, "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan senyatanya!"

Inilah sifat buruk bani Israil, mereka mudah sekali menentang para nabi. Mereka bukannya bersyukur karena diampuni dosanya, namun justru menantang Nabi Musa agar mereka bisa melihat Allah.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 55, Allah SWT berfirman, artinya :

Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikan. (Q.S Al-Baqarah : 55)

Dalam Ayat tersebut diceritakan bahwa Allah pun kembali menghukum mereka, mereka disambar petir hingga semuanya meninggal dunia. Nabi Musa melihat orang-orang itu meninggal disambar petir. Beliau bingung harus menjawab apa jika ditanya kemana 70 orang yang diajaknya. Nabi Musa pun berdoa, "Ya Allah hidupkanlah kembali mereka dan terimalah taubat mereka."

Allah Maha pengampun dan maha penyayang.Allah mengabulkan doa Nabi Musa. Tujuhpuluh orang bani Israil itu pun dihidupkan kembali oleh Allah, agar mereka dapat bersyukur kepada Allah. Inilah salah satu kebesaran Allah. Bani Israil mendapat pelajaran bahwa Allah maha kuasa. Allah yang telah mematikan mereka. Dan, Allah pula yang mampu membangkitkan mereka yang telah mati.

Post a Comment for "Kisah Nabi Musa Dan Hukuman Terhadap Kaum Bani Israil Yang Ingin Melihat Allah"